Sebutan "ruang hijau" belum menjelaskan bagaimana sebuah taman digunakan. Penilaian yang lebih tajam melihat tiga hal yang tampak: vegetasi, susunan ruang, dan akses. Ketiganya membantu membaca fungsi taman tanpa menganggap semua tempat hijau menawarkan hal yang sama.
JAKARTATOGEL: Tiga petunjuk untuk membaca taman
Ruang terbuka hijau (RTH) dapat berupa area atau jalur yang memanjang maupun mengelompok, dengan tanaman yang tumbuh alami atau sengaja ditanam [1]. Bentuknya tidak tunggal. Karena itu, pengamatan taman tak cukup berhenti pada pertanyaan "ada tanaman atau tidak"; susunan ruang dan hubungannya dengan penggunaan juga layak diperhatikan.
Pepohonan sebagai petunjuk, bukan nilai akhir
Pepohonan bisa menjadi titik awal untuk memeriksa vegetasi: berada di bagian mana, tersebar atau terkumpul, dan bagaimana posisinya terhadap bagian ruang yang terbuka. Ini pembacaan visual, bukan ukuran teknis. RTH mencakup tanaman alami maupun yang ditanam, sementara tujuannya antara lain menjaga ketersediaan lahan resapan air, mengurangi polutan, dan menjaga ekosistem [1]. Kesan rindang saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua tujuan itu telah tercapai.
Tata ruang memberi konteks pada fungsi
RTH yang berbentuk jalur memanjang memberi konteks pengamatan berbeda dari ruang yang mengelompok [1]. Pada bentuk memanjang, perhatikan kesinambungan jalur dan letak tanaman sepanjang ruang. Pada bentuk mengelompok, amati bagaimana area tanam tersusun terhadap bagian yang terbuka. Ini bukan alasan untuk menganggap satu bentuk lebih baik; susunan ruang membantu menjelaskan apa yang sedang dinilai.
Tujuan RTH juga mencakup keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan perkotaan untuk kepentingan masyarakat [1]. Maka, tata ruang dapat dibaca bukan hanya dari tampilannya, tetapi juga dari hubungan antara bagian yang ditanami dan bagian yang digunakan untuk aktivitas.
Akses memisahkan ruang yang terlihat dari yang dapat digunakan
Akses bisa dinilai lewat hal-hal yang terlihat saat mengamati lokasi: letak pintu masuk, keterhubungan jalur, dan apakah bagian taman yang ingin digunakan dapat dijangkau oleh pengunjung yang dituju. Rujukan menyebut proporsi RTH di wilayah perkotaan minimal 30 persen, terdiri atas 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat [1]. Pembedaan publik dan privat penting saat membaca akses; sebutan RTH saja tidak menjelaskan bagaimana sebuah tempat dibuka untuk digunakan.
Gabungkan petunjuknya
Untuk membaca fungsi sebuah taman, periksa vegetasi dan persebarannya, bentuk tata ruangnya, lalu akses ke bagian yang ingin digunakan. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak menghasilkan peringkat otomatis. Fungsinya membantu membedakan ciri yang terlihat dari tujuan yang hendak didukung: RTH ditujukan, antara lain, untuk menjaga kawasan resapan air, mendukung lingkungan perkotaan yang aman dan nyaman, serta menjaga ekosistem [1]. Setiap taman perlu dinilai dari susunan dan aksesnya sendiri.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Ruang terbuka hijau. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=27910585&title=Ruang_terbuka_hijau (diakses 2026-10-02).